Kamis, Oktober 30, 2008

Membekali Caleg PKB Maluku Utara


DALAM pengutan dan pemahaman terhadap landasan dan ideologi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) oleh yang mewakil Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB) Ahmad Niam Salim, Wakil Ketua DPP PKB dan Andi Muawiyah Ramly, Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 30 Oktober itu difokuskan khusus pembekalan calon anggota legislatif (caleg) PKB se-provinsi Maluku Utara. Kegiatan yang dihadiri sekitar kurang 100 caleg PKB provinsi dan 8 kabupaten/kota di Maluku Utara itu, bertempat di Hotel Ayu Lestari Ternate.
Diawali dengan sambutan Ketua Tanfiz Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Provinsi Maluku Utara Jasri Usman, S.Ag. Intinya melaporkan kondisi faktual PKB di Maluku Utara. Menurut Jasri, masa kepengurusan wilayah yang baru sekitar tiga bulan, namun ia optimis PKB pada Pemilu 2009 dapat memperoleh kursi sesuai target.
Menurutnya, dari delapan kabupaten/kota, tiga daerah yang dianggap potensial untuk memperoleh fraksi di DPRD antara lain Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Kepulauan Sula. Sementara enam kabupaten/kota lain hanya menargetkan satu sampai dua kursi. Sementara untuk provinsi sendiri ditargetkan akan meraih tiga kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) dua Halmahera Utara, Dapil 4 Halmahera Selatan dan Dapil 5 Kepulauan Sula.
Sementara dihadapan para caleg provinsi, kabupaten/kota Ahmad Niam Salim memaparkan empat pendekatan yang menjadi kunci sukses PKB pada Pemilu 2009. Keempat pendekatan itu adalah pendekatan fungsional, pendekatan ideologis, pendekatan pragmatis dan pendekatan struktural.
Ahmad menjelaskan, pendekatan-pendekatan ini harus dilakukan untuk memaksimalkan kerja-kerja partai dalam rangka pemenangan Pemilu nanti. Pendekatan ideologis misalnya, perlu ditanamkan dalam ber-PKB. Karena menurutnya, ideologi PKB sangat jelas yakni menganut ahlul sunnah wal jamaah yang diimplementasi dalam bentuk ziarah kuburan maupun tahlilan.
Sedangkan Andi Muawiyah Ramly lebih banyak memaparkan perkembangan PKB. Menurutnya, jumlah kursi PKB di DPR-RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2004 sebanyak 1.125 yang tersebar diseluruh Indonesia. Termasuk 1 kursi PKB di DPRD Kabupaten Kepulauan Sula. Sementara jumlah kursi PKB untuk DPR-RI saat ini sebanyak 54 kursi. “Artinya, PKB merupakan satu-satunya partai yang lahir di era reformasi yang menjadi pemenang Pemilu,” ujar Andi.
Disamping itu, PKB juga merupakan salah satu partai yang lahir di era reformasi yang berhasil mengantarkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ketua Dewan Syuro saat itu menjadi Presiden Republik Indonesia.
Kini, jabatan di luar struktural partai selain Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPR-RI, juga dua jabatan menteri masing-masing Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal yang dipangku Lukman Edy, Sekjen DPP PKB dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Jadi PKB ini bukan partai gurem, tapi partai besar”, ujarnya.
Hanya saja kata Andi, perolehan suara PKB lebih banyak didominasi Pulau Jawa. Maka kini saatnya, PKB mengoptimalkan perolehan suara di luar Jawa. Dengan begitu, PKB menjadi partai nasionalis, bukan Jawa sentris. Apalagi PKB kini dipimpin tokoh-tokoh muda yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di kancah politik nasional. Dengan begitu, diharapkan akan menjadi idola baru bagi daerah-daerah di luar Jawa.
Baik Andi dan Niam berharap, lebih penting bagi para caleg lebih intens melakukan sosialisasi diri dan partai melalui door to door maupun melalui media massa dan media-media publik lainnya. Apalagi kata Niam, ada kecenderungan pada Pemilu 2014 nanti calon terpilih adalah suara terbanyak. “Ini merupakan modal besar untuk Pemilu-pemilu selanjutnya. Karena saya berharap, semua calon harus bekerja keras,” pintanya.

Tidak ada komentar: