JAKARTA-Dalam iklan Hari Pahlawan, PKS memasang gambar mantan Presiden Soeharto. Apakah presiden RI kedua itu seorang pahlawan dan guru bangsa?
Menurut sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam, Soeharto bukan seorang pahlawan. Hingga saat ini, pemerintah belum mengangkat penguasa orde baru itu sebagai seorang yang berjasa untuk Indonesia.
"Soeharto belum diangkat jadi pahlawan. Kalau guru bangsa, guru apa?" tanya Asvi saat diminta komentarnya soal iklan PKS.
Asvi pun mengaku heran dengan pemasangan gambar Soeharto di dalam iklan PKS itu. "Saya bertanya-tanya, ideologi PKS itu apa. Apa ini karena kemarin iklannya diprotes terus dia mencari tokoh lain," lanjut Asvi.
Asvi berpendapat, untuk mendapat gelar pahlawan, seseorang harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Menurutnya, ada dua kriteria yaitu, seseorang harus memiliki jasa-jasa yang besar dan dia tidak memiliki cacat.
"Soeharto memang pembangun paling besar di Indonesia, tapi dia juga perusak terbesar seperti meninggalkan utang US$ 150 juta. Itu kan membebani kita dan tidak akan lunas selama 7 turunan," ujarnya.
Jadi apakah usulan pengangkatan Soeharto diperlukan? "Sebaiknya tidak, biarkan Soeharto istirahat di Solo," tandasnya.(dtc)
Senin, November 10, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar