WAKIL Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengatakan, Polda Maluku Utara masih mencari tahu motif ledakan bom yang terjadi di tiga lokasi di Kota Ternate, yaitu rumah dinas gubernur, kantor gubernur, dan Gedung DPRD Maluku Utara, Senin dini hari.
"Polisi masih berupaya mencari motif pelaku ledakan. Apakah terkait hasil pilkada, belum dapat dipastikan," ujar Abdul Gani saat mengunjungi lokasi ledakan di Kantor Gubernur Maluku Utara, Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, Senin.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengakibatkan kerusakan di samping kiri rumah dinas gubernur di Jalan Kapten Pattimura, menghancurkan sebagian plafon ruangan Biro Keuangan Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Revolusi, dan memecahkan sebagian kaca ruang pos penjagaan Kantor DPRD.
Menurut Abdul Gani, penanganan kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, ia memperkirakan kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan pelaku Bom Bali, Amrozi cs, yang segera dieksekusi hukuman matinya di Cilacap.
"Teman-teman wartawan saya rasa paling tahu soal motif ledakan," katanya. Pada kesempatan itu, Abdul Gani yang baru dilantik bersama dengan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn sekitar satu bulan itu mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dan terpancing dengan insiden tersebut.
"Lakukanlah aktivitas seperti biasa, biarkan polisi menuntaskan penyelidikan," katanya. Menurut sejumlah warga, suara ledakan terdengar hingga radius 5 hingga 6 kilometer dari pusat lokasi kejadian. Untuk menyelidiki kejadian tersebut, Kepolisian Maluku menurunkan tim reskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (kps)
"Polisi masih berupaya mencari motif pelaku ledakan. Apakah terkait hasil pilkada, belum dapat dipastikan," ujar Abdul Gani saat mengunjungi lokasi ledakan di Kantor Gubernur Maluku Utara, Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, Senin.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengakibatkan kerusakan di samping kiri rumah dinas gubernur di Jalan Kapten Pattimura, menghancurkan sebagian plafon ruangan Biro Keuangan Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Revolusi, dan memecahkan sebagian kaca ruang pos penjagaan Kantor DPRD.
Menurut Abdul Gani, penanganan kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, ia memperkirakan kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan pelaku Bom Bali, Amrozi cs, yang segera dieksekusi hukuman matinya di Cilacap.
"Teman-teman wartawan saya rasa paling tahu soal motif ledakan," katanya. Pada kesempatan itu, Abdul Gani yang baru dilantik bersama dengan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn sekitar satu bulan itu mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dan terpancing dengan insiden tersebut.
"Lakukanlah aktivitas seperti biasa, biarkan polisi menuntaskan penyelidikan," katanya. Menurut sejumlah warga, suara ledakan terdengar hingga radius 5 hingga 6 kilometer dari pusat lokasi kejadian. Untuk menyelidiki kejadian tersebut, Kepolisian Maluku menurunkan tim reskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (kps)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar