Selasa, November 04, 2008

Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Bom di Ternate

TERNATE-Polisi sejauh ini telah memeriksa sepuluh saksi terkait kasus peledakan bom di tiga lokasi berbeda di Ternate, Maluku Utara (Malut) pada Senin dini hari. Namun di antara kesepuluh saksi itu belum ada yang diarahkan sebagai tersangka.
"Kesepuluh saksi tersebut adalah yang diduga mengetahui terjadinya aksi peledakan bom di Ternate pada Senin dini hari, tapi di antara mereka belum ada yang mengarah sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Sih Harno.
Tiga bom rakitan yang berdaya ledak tinggi meledak di tiga lokasi berbeda di Ternate pada Senin dini hari tadi yakni di kediaman Gubernur Malut, di kantor Gubernur Malut dan kantor DPRD Malut. Ledakan bom tersebut tidak menimbulkan korban jiwa hanya menimbulkan kerusakan.
Kabid Humas mengatakan pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan atas kasus peledakan bom tersebut di antaranya dengan terus mengumpulkan bukti-bukti yang diharapkan dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap motif serta pelakunya.
Warga Ternate juga diharapkan partisipasinya untuk mengungkap motif serta pelaku peledakan bom tersebut, di antaranya dengan cara segera melaporkan pada polisi kalau memiliki informasi yang ada hubungannya dengan kasus peledakan bom tersebut.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat Ternate dan daerah lainnya di Malut agar tetap tenang dan jangan mengkhawatirkan keamanan dan ketertiban di daerah ini, karena polisi bersama unsur keamanan lainnya akan terus meningkatkan pengamanan.
Untuk menjamin keamanan dan ketertiban di Ternate, aparat kepolisian ditempatkan di berbagai lokasi strategis seperti perkantoran, fasilitas umum dan pusat-pusat perbelanjaan. Khusus di perkantoran, penjagaan melibatkan personel Brimob BKO dari Kelapa Dua Jakarta.
Soal sinyalamen bahwa aksi peledakan bom di Ternate pada Senin dini hari merupakan upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan kondisi di Ternate, Kabid Humas pihaknya belum melihat gejala ke arah itu.
Sinyalamen tersebut muncul karena tempat yang menjadi sasaran peledakan bom semuanya dijaga aparat keplosian. Artinya keberadaan polisi di tempat tersebut tidak mampu mengantisipasi adanya aksi peledakan bom.
Sejumlah kalangan di Malut mengaitkan kasus peledakan bom tersebut dengan masalah Pilkada Malut. Pasalnya tempat-tempat tersebut selama ini selalu menjadi sasaran aksi teror bom dari pihak-pihak yang terkait dengan masalah Pilkada Malut. (ant)

Senin, November 03, 2008

Ledakan Bom di Ternate Tak Terkait Amrozi

WAKIL Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengatakan, Polda Maluku Utara masih mencari tahu motif ledakan bom yang terjadi di tiga lokasi di Kota Ternate, yaitu rumah dinas gubernur, kantor gubernur, dan Gedung DPRD Maluku Utara, Senin dini hari.
"Polisi masih berupaya mencari motif pelaku ledakan. Apakah terkait hasil pilkada, belum dapat
dipastikan," ujar Abdul Gani saat mengunjungi lokasi ledakan di Kantor Gubernur Maluku Utara, Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, Senin.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengakibatkan kerusakan di samping kiri rumah dinas gubernur di Jalan Kapten Pattimura, menghancurkan sebagian plafon ruangan Biro Keuangan Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Revolusi, dan memecahkan sebagian kaca ruang pos penjagaan Kantor DPRD.
Menurut Abdul Gani, penanganan kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, ia memperkirakan kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan pelaku Bom Bali, Amrozi cs, yang segera dieksekusi hukuman matinya di Cilacap.
"Teman-teman wartawan saya rasa paling tahu soal motif ledakan," katanya. Pada kesempatan itu, Abdul Gani yang baru dilantik bersama dengan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn sekitar satu bulan itu mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dan terpancing dengan insiden tersebut.
"Lakukanlah aktivitas seperti biasa, biarkan polisi menuntaskan penyelidikan," katanya. Menurut sejumlah warga, suara ledakan terdengar hingga radius 5 hingga 6 kilometer dari pusat lokasi kejadian. Untuk menyelidiki kejadian tersebut, Kepolisian Maluku menurunkan tim reskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (kps)