Selasa, November 18, 2008

Perairan Pantai di Pulau Ternate Dipasangi Alat Pendeteksi Tsunami

TERNATE-Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memasang sejumlah alat pendeteksi tsunami di perairan pantai Pulau Ternate, untuk membantu masyarakat setempat mengetahui lebih dini akan adanya tsunami saat terjadi gempa.
"Wilayah Ternate merupakan daerah rawan gempa, untuk itu Pemkot Ternate menilai perlu memasang sejumlah alat pendeteksi tsunami di perairan pantai Pulau Ternate," kata Kepala Badan Kesbang Kota Ternate Barham h Daiyan.
Pemkot Ternate telah mengalokasikan dana melalui APBD tahun 2008 sebesar Rp70 juta untuk pengadaan alat pendeteksi tsunami tersebut. Pemkot akan mengupayakan 2009 mendatang alat pendeteksi tsunami tersebut sudah terpasang.
Menurut Barham, selama ini setiap terjadi gempa di Ternate, warga setempat, terutama yang bermukim di daerah pantai, selalu diliputi ketakutan, karena mereka mengira gempa itu akan disertai gelombang tsunami, seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Tidak jarang warga setempat sampai mengungsi ke daerah ketinggian sesaat setelah terjadinya gempa. Mereka bertindak seperti itu karena tidak bisa memastikan secara apakah gempa yang terjadi itu akan menimbulkan tsunami atau tidak.
"Tapi setelah alat pendeteksi tsunami terpasang di perairan pantai Pulau Ternate, hal tersebut tidak terjadi lagi, karena dari alat itu warga akan mengetahui lebih dini apakah gempa yang terjadi menimbulkan tsunami atau tidak," katanya.
Alat pendeteksi tsunami tersebut akan memberikan sinyal melalui satelit ke BMG kalau gempa yang terjadi berpotensi menimbulkan tsunami. BMG kemudian meneruskannya ke berbagai pihak, misalnya stasiun radio setempat untuk disebarkan kepada masyarakat.
Daerah lainnya di Malut yang telah memiliki alat pendeteksi tsunami adalah Kabupaten Halmahera Selatan yakni di Pulau Bacan. Alat pendeteksi tsunami di pulau itu dipasang oleh BMG yang dananya dari APBN. (kpl)

Tidak ada komentar: