TEORI evolusi ternyata bermula dari penelitian yang dilakukan di Ternate, Indonesia oleh Alfred Russel Wallace, ilmuwan berkebangsaan Inggris yang lahir pada tahun 1823.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Lembaga Eijkman, Profesor Doktor Sangkot Marzuki dalam diskusi yang diadakan di PTRI Jenewa, kata Sekretaris Kedua PTRI Jenewa, Yasmi Adriansyah kepada koresponden Antara London, Jumat.
Menurut Prof Sangkot, berangkat dari fakta-fakta di atas, komunitas ilmiah Indonesia merencanakan akan mengadakan perayaan 150 Tahun Teori Evolusi Wallace pada akhir tahun 2008.
Dikatakannya , sejumlah acara diskusi dan pameran akan digelar di Jakarta dan saat ini sedang dijajaki pameran multimedia di Markas PBB di Jenewa (Palais des Nations) November mendatang dengan dukungan PTRI Jenewa, yang diharapkan dapat menarik perhatian komunitas internasional.
Sebagai acara puncak, sedang disiapkan konferensi internasional pada Desember mendatang di Ternate, tempat Wallace banyak melakukan penelitian untuk kemudian mengukuhkan diri sebagai ilmuwan pertama yang mencetuskan Teori Evolusi.
Menurut Prof Sangkot, selama ini publik beranggapan Teori Evolusi merupakan buah pemikiran dan hasil penelitian dari Charles Robert Darwin, seorang peneliti yang berkebangsaan Inggris (1809).
Dikatakannya, melalui buku berjudul "On The Origin of Species" (1859), Darwin berhasil meyakinkan dunia dengan Teori Seleksi Alam, yang berargumentasi dan menyajikan fakta ilmiah asal-usul spesies makhluk hidup berevolusi dari nenek moyang yang sama melalui proses seleksi alam.
Sangkot mengatakan pada tahun 2009 nanti komunitas biologi dunia akan merayakan peringatan 150 Tahun Teori Evolusi Darwin. Namun demikian anggapan publik dalam konteks sejarah tidak dapat dikatakan sepenuhnya benar.
Menurut Sangkot, jika dilihat dari sejumlah referensi, Teori Seleksi Alam sesungguhnya pertama kali dicetuskan Alfred Wallace melalui tulisannya "On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely From the Original Type".
Dikatakannya , tulisan tersebut muncul pada tahun 1858, satu tahun sebelum penerbitan buku Darwin, dan memuat argumentasi mengenai keberadaan seleksi alam dalam evolusi spesies makhluk hidup.
Artinya, Teori Evolusi melalui seleksi alam sesungguhnya dimunculkan pertama kali oleh Wallace, bukan Darwin.
Ada kemiripan
Lebih jauh lagi, Sangkot mengatakan terdapat kemiripan teori Darwin dengan hasil penelitian Wallace mengingat tulisan Wallace tersebut pertama kali ditujukan kepada Darwin pada tahun 1858.
Pada saat itu , Wallace kerap melakukan korespondensi dengan Darwin, termasuk mengirimkan sejumlah hasil penelitiannya. Wallace merupakan peneliti yang miskin dan tidak jarang mendapatkan bantuan finansial dari Darwin, seorang peneliti yang kaya.
Fakta ini sangat penting bagi Indonesia mengingat sebagian besar penelitian Wallace dilakukan di Indonesia, khususnya di Ternate.
Selain pertama kali mencetuskan Teori Seleksi Alam, Wallace juga menelurkan konsep-konsep terkenal seperti Garis Wallace (Wallace Line), sebuah garis yang membelah kawasan geografis hewan-hewan Asia dan Australia.
Garis-garis tersebut melintang di sepanjang kepulauan Nusantara (Pulau Kalimantan dan Sulawesi) serta memisahkan Selat Lombok dan Pulau Bali.
Hasil penelitian Wallace tersebut utamanya didasarkan pada penyebaran sejumlah besar spesies burung di kawasan-kawasan tersebut.
Deskripsi mengenai Garis Wallace ini dapat dilihat dari tulisan Wallace yang berjudul "On the Zoological Geography of the Malay Archipelago" (1859).
Dalam melakukan penelitian-penelitian tersebut, sebagian waktu Wallace dihabiskan di Indonesia, khususnya antara tahun 1854 sampai dengan 1862.
Bahkan, menurut Prof. Sangkot, terdapat bukti historis bahwa Wallace memiliki tempat tinggal di Ternate yang diperkirakan sinyalir masih ada hingga saat ini. (klc)
Selasa, November 18, 2008
Selasa, November 11, 2008
Tiga Menteri Bakal Kunjungi Haltim November 2008
TERNATE-Tiga Menteri Negara masing Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Ir. Lukman Edy, Menteri Pertanian serta Menteri Kehutanan. Kedatangan tiga Menteri ini di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dalam rangka kegiatan “Indonesia Hijau 2009”.
Menurut salah satu staf Bagian Informasi dan Komunikasi Setda Kabupaten Halmahera Timur Muhammadnur Saumur, dalam menyambut kedatangan tiga Menteri tersebut, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur telah melakukan persiapan. Salah satu diantaranya telah terbentuk panitia.
Kegiatan tiga Menteri ini dipusatkan pada dua tempat yang berbeda yaitu, di Kota Maba, ibukota kabupaten Halmahera Timur dan kecamatan Subaim. “Masyarakat sangat anrusias menyambut kedatangan tiga menteri ini,” ujar Muhammadnur di Maba, Selasa, (11/11) sore tadi.
Dengan kedatangan tiga menteri sekaligus ke kabupaten Halmahera Timur, dinilai masyarakat setempat, bahwa pemerintah pusat sangat memperhatikan kabupaten paling timur di provinsi Maluku Utara ini.
Apalagi tambah Muhammadnur, kabupaten Halmahera selain masuk kategori kabupaten sangat tertinggal, juga Halmahera Timur merupakan salah satu kabupaten di Maluku Utara yang memiliki sumberdaya alam, terutama tambang terbesar di provinsi Maluku Utara.
Selain itu, Kabuapten Halmahera Timur juga merupakan daerah persawahan sekaligus menjadi lumbung beras di provinsi Maluku Utara. Beras dari Subaim kata Muhammadnur selain untuk kebutuhan Maluku Utara, juga diantarpulaukan ke provinsi terdekat, antara lain Ambon Maluku, Papua dan Papua Barat. (ais)
Menurut salah satu staf Bagian Informasi dan Komunikasi Setda Kabupaten Halmahera Timur Muhammadnur Saumur, dalam menyambut kedatangan tiga Menteri tersebut, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur telah melakukan persiapan. Salah satu diantaranya telah terbentuk panitia.
Kegiatan tiga Menteri ini dipusatkan pada dua tempat yang berbeda yaitu, di Kota Maba, ibukota kabupaten Halmahera Timur dan kecamatan Subaim. “Masyarakat sangat anrusias menyambut kedatangan tiga menteri ini,” ujar Muhammadnur di Maba, Selasa, (11/11) sore tadi.
Dengan kedatangan tiga menteri sekaligus ke kabupaten Halmahera Timur, dinilai masyarakat setempat, bahwa pemerintah pusat sangat memperhatikan kabupaten paling timur di provinsi Maluku Utara ini.
Apalagi tambah Muhammadnur, kabupaten Halmahera selain masuk kategori kabupaten sangat tertinggal, juga Halmahera Timur merupakan salah satu kabupaten di Maluku Utara yang memiliki sumberdaya alam, terutama tambang terbesar di provinsi Maluku Utara.
Selain itu, Kabuapten Halmahera Timur juga merupakan daerah persawahan sekaligus menjadi lumbung beras di provinsi Maluku Utara. Beras dari Subaim kata Muhammadnur selain untuk kebutuhan Maluku Utara, juga diantarpulaukan ke provinsi terdekat, antara lain Ambon Maluku, Papua dan Papua Barat. (ais)
Rubrik
berita
Langganan:
Postingan (Atom)